Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)    Allah SWT berfirman "Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." (QS. Al-Zalzalah [99]: 1-8)
Gedung Balai Kota Banda Aceh
Pusat Pelayanan Publik Pemerintah Kota Banda Aceh
Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh adalah satu-satunya Museum Tsunami di Indonesia
Taman Sari
Salah satu ruang terbuka hijau yang menyediakan beberapa fasilitas publik
Pantai Ulee Lheue
Indahnya sunset di pantai Ulee Lheue

Berita Penting

Alhamdulillah program e-Kinerja bisa kita launching pada hari ini, walaupun begitu aplikasi tersebut masih harus disempurnakan, katanya. Aplikasi E-Ki...

Selanjutnya...

Mutasi dan pelantikan pejabat kali ini merupakan yang pertama dilakukan Mawardy setelah dirinya bersama Illiza menjabat kembali Walikota dan Wakil Wal...

Selanjutnya...

Penghargaan ini diterima langsung oleh Walikota Banda Aceh Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng, S.c di Gedung Dhanapala Kementrian Keuangan, Jakarta. Pengharga...

Selanjutnya...

Layanan LPM

LPM (Layanan Pengaduan Masyarakat) adalah aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan saran, kritik dan pengaduan melalui email dan pesan singkat terkait Kota Banda Aceh. Kunjungi sekarang

Aplikasi e-Kinerja

e-Kinerja adalah aplikasi yang digunakan untuk menganalisa jabatan dan beban kerja. Aplikasi ini adalah salah satu bentuk tindak lanjut yang dilakukan Pemko Banda Aceh dalam rangka Reformasi Birokrasi. Kunjungi sekarang

Layanan LPSE

LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) merupakan aplikasi e-procurement yang dikembangkan oleh Direktorat e-Procurement - LKPP dan telah digunakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh sejak tahun 2008. Kunjungi sekarang

Situs Sejarah

Ditulis oleh: fahrizal

Prastasti Neuseu

ImagePrastasti ini di temukan pertama sekali di pagar sebuah Langgar Neusu Aceh Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh berbentuk "Yopa" berbahasa Tamil kuno berasa dari abad ke 11 Masehi. Parastasti ini di temukan pada tanggal 3 Desember 1990 oleh Ibrahim Kaoy Jabatan sebagai Kakanwil Depdikbud Aceh, Prastasti ini disebut Prastasti Bersurat karena banyak guratan-guratan kecil dan memenuhi batu prastasti itu, mengenai isi dari pesan yang tertulis di batu ini sampai sekarang belum ada data terjemahannya. Prastasti ini bisa menjadi bukti bahwa sebelum kerajaan islam ada di Banda Aceh telah ada beradaban lain atau kerajaan lain yang beragama hindu dan budha.

 

 

 

 Sultan Iskandar Muda (Sultan Kerajan Aceh)

ImageZaman keemasan kerajaan Aceh dulu terjadi  pada Pemerintahan Sultan Iskandar Muda, beliau adalah keturunan dari dua dinasti yaitu Dinasti Mahkota Alam dan Dinasti  Darul-Kamal, ibunya Putri Raja Indra Bangsa / Paduka Syah Alam dan bapak bernama Mansur Syah, tanggal kelahiran Sulatan Iskandar Muda belum di ketahui secara pasti tapi menurut hikayat, Putri Raja Indra Bangsa memerintah pada tahun 1579 sampai 1586 hamil beberapa waktu setelah menikah, dan juga cerita dari Best pada tahun 1613  umur sultan 32 tahun berarti dapat di kira-kira sultan lahir pada tahun 1583, ada juga versi di makam pusara beliu tertulis tahun kelahiran 1590, Sultan Iskandar Muda memerintah tahun 1607-1636.

 

 

Gunongan

ImageDinamakan Gunongan karena bentuknya menyurupai gunung, ditengah tengahnya terdapat menara dan sebuah gua yang di kapur seperti perak, Sultan Aceh mendirikan bangunan itu untuk permaisurinya Putro Phang (Anak Sultan Johor) yang rindu kampung halamanya, tepat ini digunakan juga untuk bersenang-senang dan bermain Putro Phang dan disebut Taman Sari Gunungan dan Kandang.



Kandang

ImageKandang adalah tempat pemakaman raja-raja, yang bertempat di kawasan keraton dan museum Aceh dan Gampong Pande.

 
 
 
 
 
 

Pinto Khop

Image

Pintoe Khop merupakan salah satu pintu yang menghubungkan istana (Meuligoe) dengan Taman Putroe Phang yang berbentuk kubah. Pintoe Khop ini merupakan tempat peristirahatan Putroe Phang.
 
 
 
 
 
 
 

Istana

Pada Zaman  Snouck Hurgronje  Istana itu Bertempat di tengah-tengah kota dan menjadi  inti daerah dengan nama Banda Aceh yang di kelilingi gampong-gampong sepertih Gampong Pande, Gampong Jawa, Gampong Peunayong dan dst lain, Banda itu sendiri barasal  dari kata Parsi  yaitu bandar (Pelabuhan).Sebuah Gambar an oleh Beaulieu, pintu tempat-tempat masuk menuju istana  kelilingnya lebih dari setengah mil (kira-kira 2 Kilometer) berbentuk hampir bulat  bujur dan sekelilingnya ada parit yang dalamnya 25 sampai 30 kaki (10 m) dan sama lebar, agak sukar dilalalui terjal dan penuh semak, tidak terdapat dinding pertahanan dan benteng-benteng di sekeliling istana, dibagian dalam pelataran-pelataran dan bangunan-bangunan   mengalir sungai kecil dibawahnya, itu masih bisa terlihat sampai sekarang krueng Daroi itu yang mengalir dari selatan membelah Kraton (Pendopo Gubernur) lalu bermuara ke Krueng Aceh.