berita utama
Aminullah Lantik 22 Pejabat eselon II, III dan IV

23 Jan 2018 | Dikunjungi sebanyak 1242 kali.

Banda Aceh – Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM melantik 22 orang pejabat Eselon II, III dan IV di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh. Pelantikan yang turut disaksikan W...

Walikota: PDAM Harus Kerja Keras Selesai...

22 Jan 2018 | Dikunjungi sebanyak 142 kali.

  Banda Aceh – PDAM Tirta Daroy Banda Aceh terus berupaya meningkatkan pelayanan guna mengatasi persoalan air bersih di Banda Aceh. Instansi yang dipimpin T Novizal Aiyub ini m...

Pemko Komit Tindak Pelanggar Syari'at di...

19 Jan 2018 | Dikunjungi sebanyak 248 kali.

  Banda Aceh – Sebanyak 10 orang pelanggar Qanun Jinayah menjalani proses hukuman cambuk di Banda Aceh. Ke 10 pelanggar ini menjalani hukuman cambuk, Jum’at (19/1/2018) di halaman ...


Wali Kota Janji Permudah Perizinan Untuk Investor

Ditulis oleh: Afrizal | Dikunjungi sebanyak 853 kali.
16 Jul 2017

Banda Aceh - Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak MM atau yang sering disapa Bang Carlos berjanji akan mempermudah pengurusan perizinan untuk investor yang akan menanamkan modalnya di Banda Aceh. Janji ini disampaikan Bang Carlos pada sesi wawancara yang bertajuk "Tokoh Bicara" di salah-satu stasiun Radio di Jakarta, Minggu (16/7/2017).

Kata Aminullah, dirinya selama ini telah mempelajari kenapa para investor seperti enggan menanamkan modalnya atau membuka usaha di Banda Aceh, salah-satunya adalah persoalan administrasi.

Menurut Aminullah, sebagai Ibukota Provinsi dan punya sejarah panjang, Banda Aceh punya potensi besar dalam meningkatkan sektor wisata, terutama wisata islami.

"Wisata ini butuh infrastruktur pendukung dengan dana besar, karena itu kita butuh investor. Saya sudah perintahkan jajaran Saya untuk mempermudah pengurusan perizinan," janji Aminullah.

Soal keamanan dan kenyamanan bagi investror, Amin memastikan tidak ada kendala karena pihaknya akan menggandeng seluruh elemen, termasuk TNI/Polri.

“Saya pastikan investor akan aman dan nyaman, kalau ada kendala tolong dilaporkan dan kami akan berikan perlindungan,” tegasnya.

Kata Amin, sesuai dengan visi misinya Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariat, dirinya bersama Wakil Walikota Zainal Arifin akan berusaha membuka kesempatan kerja seluas-luasnya untuk warga kota. Menurutnya dengan mempermudah perizinan untuk investor yang kemudian membuat mereka tertarik menanamkan modalnya di Banda Aceh, maka akan mampu menampung tenaga kerja.

“Saat ini angka pengangguran di Banda Aceh mencapai 12 %, kalau ada pengusaha yang akan membangun Hotel, Pusat Perbelanjaan dan usaha-usaha besar lainnya tentu akan menjadi solusi terhadap persoalan pengangguran ini,” ujar Walikota yang hobi bola ini.

Dalam kesempatan ini, Amin juga berbicara banyak hal tentang persolaan kota dengan menjawab sejumlah pertanyaan dari telpon masuk ke stasiun Radion tersebut. Amin menjawab persoalan air bersih dimana menjadi salah-satu target prioritas yang akan diselesaikan pemerintahannya.

“Air bersih adalah prioritas,  hari pertama Saya bekerja langsung turun ke PDAM dan melihat langsung seperti apa kendalanya. Memang butuh waktu untuk mengatasi soal air bersih ini, tapi Saya juga minta Dirut PDAM agar memikirkan solusi jangka pendek dulu sambil kita menemukan langkah konkrit. Target Saya persoalan air bersih bisa selesai di tahun 2019,” ungkap Amin.

Selain itu, Amin juga berbicara soal penegakan syariat dan pendidikan. Sektor agama, terutama penegakan syariat Islam akan terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan. Amin juga mewacanakan membangun satu lokasi zikir yang akan mampu menampung 20 ribu hinga 30 ribu jamaah. Pusat zikir ini nantinya akan menjadi icon baru Aceh dan Indonesia. Kemudian sektor pendidikan, Amin akan mencoba membangun sekolah unggul yang memiliki kualitas di setiap Kecamatan.

“Minimal setiap Kecamatan ada satu sekolah unggul, baik SD maupun SMP,” ujarnya. (mkk)


Update: 17-07-2017

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Banda Aceh - Jl. Tgk. Abu Lam U No.7, Banda Aceh 23242 | Telp (0651)22744

Copyright © 2018 Humas Setdakota Banda Aceh